Jumat, 13 Mei 2011
9 Jenis Bom Yang Pernah Diledakin Di Indonesia
Rabu, 16 Maret 2011
Isi Surat "Bom Buku"
Pengen tau isi surat yang ada di dalam paket "Bom Buku"?
Inilah isi surat Drs Sulaiman Azhar yang dikirim bersama paket bom kepada aktivis JIL, Ulil Abshar. Dalam surat tersebut tertera secara lengkap nama Sulaiman Azhar. Sipenulis juga bahkan menuliskan nomor handphonenya.
Kepada : Yth, Ulil Abshar Abdalla
di
Tempat
Hal: Permohonan memberikan kata pengantar buku dan interview yang ditulis dengan huruf cetak tebal dan diberi garis bawah.
Lampiran: 1 (1) Bundel Buku
Dengan hormat,
Bersamaan dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama: Drs. Sulaiman Azhar,Lc
Alamat: Jl. Bahagia Gang Panser nomor 29
Ciomas, Bogor, tlp 0813 3222 0579
Pekerjaan: Penulis
Sedang dalam proses penyelesaian penulisan buku yang urgensinya sangat erat dengan peran aktif Bapak, dalam lembaga yang Bapak pimpin. Penulis bermaksud mengajukan permohonan sudi kiranya memberikan kata pengantar dalam buku saya.
Judul Buku: Mereka harus dibunuh karena dosa-dosa mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Tema: Deretan nama dan dosa-dosa tokoh Indonesia yang pantas di bunuh.
Jumlah: 412 halaman.
Saya siap untuk melakukan interview dengan Bapak mengenai karya kecil ini.
Atas kerjasama dan kesediaan memberikan perhatian, serta waktu, saya ucapkan terima kasih
Hormat saya Drs. Sulaiman Azhar
dan diberi tanda tangan
Penulis.
BOM BUKU
berita bom buku mengapa paket bom buku ledakan bom buku - Bom buku setelah bom buku meledak di Utan Kayu, bom serupa juga dikirim ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Beruntung, Tim Gegana berhasil meledakkan bom yang juga diletakkan di dalam buku tebal itu. Hasil identifikasi Gegana, bom tersebut sama persis dengan bom yang ditujukan untuk Ulil Abshar Abdala. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman memastikan Modus yang digunakan juga sama.
Dijelaskannya, berat dan pengirimnya juga sama persis dengan bom di Utan Kayu, Jakarta Timur yang dikirim untuk Ulil. Sama halnya dengan paket buku yang meledak di Utan Kayu, di dalam buku tersebut juga ada pita dan potasium klorat dan diperkiran low explosive.
Bom di BNN ditujukan untuk Kalakhar BNN, Gories Mere. Ketika menerima paket tersebut sore tadi, Petugas BNN curiga dan langsung melaporkannya ke Tim Gegana. Tak lama setelah Tim Gegana datang, bom tersebut diurai dan diledakkan.
Tiga paket bom dalam buku dikirim ke tiga alamat berbeda di Jakarta, pada Selasa 15 maret 2011. Paket pertama dialamatkan ke Komunitas Utan Kayu dengan tujuan pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdhalla. Kedua kepada Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Merre. Dan ketiga, kepada Ketua Pemuda Pancasila Yapto S Soeryosumarno.
Pengirim ketiga paket bom tersebut sama, yakni Drs Sulaiman Azhar LC, Jl Bahagia Gang Panser No 29, Ciomas, Bogor. Bom di kantor BNN dan Utan Kayu dikirim oleh kurir laki-laki pada jam sama, yakni 10.00 WIB. Pengiriman di rumah Yapto belum dipastikan karena masih diselidiki.
Hanya Bom di Utan Kayu yang meledak sehingga menyebabkan jatuh korban lima orang terluka. Korban paling parah adalah Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan. Jari tangan kirinya tak terselamatkan sehingga harus diamputasi. Beruntung bom untuk Yapto dan Gories Mere belum meledak. Bom di BNN diledakkan dan di rumah Yapto berhasil dipereteli rangkaiannya.
"Ketiga bom yang dikirim sama, bentuknya bom buku semua," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Jafar, Rabu. Mengenai motif pengiriman bom, Polda Metro Jaya masih berusaha mengungkapnya. "Kami sedang mencari motif pengiriman tiga bom ini," tambahnya.
Laporan adanya bom di rumah Yapto diterima Polres Jakarta Selatan sekitar pukul 21.00 WIB. Mendapat laporan tersebut,Gegana dari Polda Metro Jaya dikerahkan ke rumah Yapto di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. "Bom lalu kita jinakkan di rumah Pak Yapto," lanjut Baharudin.
sumber *#Kompas*#Detik*#Viva